Kamis, 14 November 2013

A Little Thing Called Trust

Mungkin semua orang tau bahwa

"Kepercayaan adalah bagian terpenting dari sebuah relasi"

rasa percaya merupakan fondasi dalam hubungan apapun. tanpa kepercayaan, interaksi kita dengan orang lain akan sangat datar, tanpa ada kedekatan emosional. namun, banyak orang tidak menyadari bahwa 

"Kepercayaan adalah hal paling berharga yang dapat diberikan seseorang kepada orang lain. Jangan pernah bermain-main dengan kepercayaan. Sekali musnah, ia tidak akan kembali lagi"

         bisa dibilang semua orang tentu senang mendapat kepercayaan dari orang lain apapun bentuknya itu. tapi hanya sedikit yang tahu bahwa untuk menjaganya jauh lebih sulit daripada mendapatkannya. banyak orang yang bisa dengan mudah mempercayai orang lain, namun sekali ia dikecewakan, mustahil baginya menanamkan kembali kepercayaan itu. ibarat kaca yang pecah, walaupun bisa disatukan kembali namun kaca itu tak kan sama lagi.

         banyak pengalaman dalam hidup yang membuatku belajar betapa pentingnya menjaga kepercayaan, dari siapapun itu. berulang kali mendapat kepercayaan dan beberapa kali harus kehilangan itu membawaku pada satu kesimpulan, kita dapat berusaha membuat diri kita tampak hebat namun orang lain lah yang menentukan apakah kita pantas untuk kepercayaan itu. aku tidak pernah memaksakan diri untuk mendapatkan posisi di atas. tapi, tidak memaksakan diri tidak sama dengan tidak berusaha. aku tetap menempuh segala usaha untuk meraih asa. hanya aku tidak membuat diriku sendiri tampak konyol dengan menghalalkan cara apapun demi puncak yang prestisius.


 "Karena aku yakin, ketika kita berada di puncak, menjaga kepercayaan dan amanah yang diberikan pada kita jauh lebih sulit daripada mengumbar kehebatan kita untuk mendapat posisi itu saat kita masih berada di bawah"






Selasa, 05 November 2013

Pengakuan Sebuah Rasa

Hai. Aku menyukaimu. Sederhana bukan? Tapi tidak sesederhana mengungkapkannya. Tidakkah kau tahu bahwa aku sudah memendam rasa ini sejak lama? Saat aku pertama kali melihatmu, aku merasa berbeda. Bodoh memang, karena kita tidak dapat menilai seseorang pada pertemuan pertama. Tapi entah mengapa, aku merasa keyakinanku kali ini tidak salah. dan ya, itu semua benar. bahwa hingga detik ini, aku tak bisa berhenti mengagumimu.

tahukah kamu aku berusaha menyingkirkan perasaan itu? hari demi hari kulewati dengan berusaha mengabaikan semua yang aku rasakan. bahwa kau tak mungkin diraih adalah mutlak bagiku, sehingga berharap hanya akan membuatku semakin sulit menyadari nantinya, bahwa kau memang tidak diciptakan untukku.

tapi semakin aku berusaha membuangnya, perasaan itu justru semakin kuat. tumbuh bersama dengan berbagai peristiwa yang kita lewatkan bersama. hingga aku sampai pada kesimpulan, bahwa aku tidak bisa menyangkal kata hatiku sendiri. rasa itu sudah menjadi bagian dari diriku. dan aku belajar menerimanya.

Hai, aku mengagumimu. setiap hal yang kau lakukan membawaku pada satu kata, sempurna. aku tak dapat menemukan kata lain untukmu. bahwa tidaklah sulit menerima seseorang seutuhnya, apabila kau adalah pengagumnya. sekalipun hanya seorang pengagum yang tak pernah membuka identitasnya bersama dengan perasaan yang tak terluapkan. membiarkan dirinya tenggelam dalam kemisteriusan yang tak pernah berujung. dan hanya membuat lelah.

Jika aku menutup mata, selalu ada bayangmu menghampiriku dalam mimpi. seolah mengejekku yang tidak pernah berani mengungkapkan rasa yang selama ini tertutup ego semata. dan ketika terbangun, aku sadar. kau memang hanya sekilas bayangan dalam setiap mimpiku. yang tampak nyata namun tak bisa disentuh. yang tampak dekat tapi tak bisa diraih.

- Andai matamu, melihat aku. Terungkap semua isi hatiku. Alam sadarku, alam mimpiku. Semua milikmu, andai kau tahu, rahasia cintaku. - (Rahasia Hati, Nidji)